Kelompok UMKM Desa Tengkujuh Keluhkan Ketersediaan Bahan Utama Kain Tapis Khas Lampung dan Kesulitan Dalam Memasarkanya

LAMSEL, INA – Update Tenun Tapis,
Demi menjaga khazanah kelestarian budaya Lampung dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tengkujuh, tim penggerak PKK Desa Tengkujuh melakukan kegiatan kelompok UMKM Desa yaitu membuat tenun tapis khas Lampung berbagai macam banyak motif salah satunya motif sasak dll.
Rabu 15 September 2021.

Bila dikelola dengan baik selain melestarikan budaya Lampung serta bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, dan mengurangi angka pengangguran yang disebabkan oleh pandemi covid-19.

Maka dari itu Pemerintah Desa Tengkujuh akan selalu berupaya memonitoring kegiatan tersebut.
Namun masih banyak terkendala yang dirasakan oleh kelompok UMKM pengrajin tapis, salah satunya bahan kain tapis utama yang begitu susah didapatkan sekaligus sulitnya pemasaran suatu produk tapis.

Pj Ketua TP PKK Desa Tengkujuh Rosida mengatakan, dengan adanya kegiatan kelompok UMKM Desa membuat tenun tapis tersebut dengan tujuan melestarikan pakaian adat masyarakat Lampung, mudah-mudahan dengan kegiatan UMKM membuat tenun tapis khas Lampung bisa memberikan rangsangan suatu perekonomian untuk ibu-ibu masyarakat Desa Tengkujuh, apa lagi dimasa pandemi covid-19.

Selain itu bahan kain yang susah didapatkan, kelompok tersebut mengaku sulitnya pemasaran karna selama ini hanya mengandalkan APP Facebook untuk memasarkan produk tapis hasil tenunan tersebut. Ungkapnya.

Dengan harapan pemerintah Kabupaten bisa memberikan solusi kepada pengrajin tapis khususnya Desa Tengkujuh umum nya Lampung Selatan.

Ketika awak media Garda Surya.com mengkonfirmasi kepada Camat Kalianda Zidan S.E mengatakan, dengan adanya kegiatan Ibu TPPKK Desa Tengkujuh melakukan kegiatan sulam tapis, Pemerintah Kecamatan Kalianda akan berkordinasi dengan pihak dinas terkait dalam hal ini, dan akan menyampaikan apa yang di keluhan oleh pelaku UMKM termasuk sulitnya ketersediaan bahan baku kain tapis dan sulitnya pemasaran oleh pelaku UMKM. Dan mendukung penuh kepada pemerintah Desa Tengkujuh untuk memonitoring kegiatan pelaku UMKM Desa salah satunya pengrajin tapis dan pelaku UMKM lainya.” ujarnya

Dilain waktu awak media Garda Surya.com berkordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM I Ketut Sukerta menuturkan, untuk kegiatan pengrajin tapis masalah keterkaitan bahan baku kami baru mengetahui dan belum ada yang menyampaikan keluhan kepada kita, untuk kedepan pihak kami akan mencarikan informasi dan sistemnya seperti apa kami akan selalu mencarikan solusi. Ucapnya

Lanjut, untuk keterkaitan pemasaran kita baru siapkan secara khusus di dekranasda Kabupaten Lampung Selatan, selain itu Dinas Koprasi dan UMKM membuka Gerai UMKM di taman edukasi disitu bisa langsung menitipkan hasil karya pengrajin tapis dan karya lainya.

Kemudian Dinas Koprasi dan UMKM membentuk komunitas UMKM Kabupaten Lampung Selatan guna komunitas tersebut adalah suatu wadah untuk berkomunikasi dan lebih mudah bertransaksi dalam suatu pemasaran produk hasil karya UKM dengan misal hasil karya tersebut di publikasikan di Whatsapp group komunitas tersebut dengan otomatis banyak melihat hasil karya karya dari pada pengrajin tapis itu disitu kelompok UMKM Desa bisa bergabung dengan komunitas Kabupaten. “Ujarnya

Harapannya sesuai dengan pemerintah pusat, UMKM Lampung Selatan naik kelas, maksutnya dengan produksi yang cukup, serta penghasilan yang cukup, dan pemasaran lancar demi memajukan ekonomi masyarakat .
(Rozi arisns)/ Ina

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *