LAMPUNG TENGAH, INA RI. Kata Geram dan Jengah mungkin yang saat ini mewakili perasaan warga masyarakat Gunung Agung,Kecamatan Terusan Nunyai,Lampung Tengah. Betapa tidak, hingga hari ini masyarakat belum juga mendapat kepastian hukum yang jelas terkait adanya penyelewengan beras berton-ton Bantuan Pangan (bapang) pemerintah yang diduga dijual oknum kepala desa berinisial SKD di wilayah Tulangbawang barat.
Pemberitaan sebelumnya yang menyebut warga akan menduduki kantor bupati akhrinya akan terjawab. Andre Salah satu perwakilan gerakan aksi menerangkan, Rencananya Senin esok, sebanyak seribu lebih massa yang mengatasnamakan Gunung Agung Memanggil akan menduduki kantor bupati guna menanyakan terkait kejelasan dugaan kasus tersebut. Tidak hanya itu, Masa juga akan menduduki kantor desa Gunung Agung usai aksinya di pelataran kantor bupati.
” Senin besok sebanyak kurang lebih seribu orang akan datangi kantor bupati bang, tujuannya menuntut agar pemerintah segera mengusut tuntas dugaan kasus tersebut dalam hal ini tentunya kepala daerah yang kita datangi. Kemudian setelah itu, kami juga akan geruduk kantor desa juga ” jelasnya, Sabtu (22/2).
Ditambahkannya, Titik kumpul Aksi tersebut akan dimulai pada pukul 08:00 wib bertempat di kediamannya, dan akan dilanjutkan dengan konvoi kendaraan menuju kantor bupati di Gunung Sugih.
” Kami berangkat jam 8 pagi bang, sesuai dengan yang sudah disepakati masyarakat titik kumpul dikediaman saya, kemudian baru lanjut bersama-sama ke kantor bupati ” jelasnya lagi.
Lebih lanjut mewakili masyarakat Gunung agung, andre meminta maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi jalan lintas tengah menuju Kantor Bupati, jika nantinya dalam perjalanan konvoi aksi tersebut memberi dampak kemacetan bagi pengguna jalan raya.
” Kami juga minta maaf kalau nantinya menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan menuju Gunung Sugih baik dalam keberangkatan maupun saat pulang akibat konvoi tersebut ” tutupnya.
Kp.
