Matangkan Persiapan Pelaksanaan Freefighter Skill Competition

Nekasi, INDO RI com.Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi terus mematangkan persiapan pelaksanaan Freefighter Skill Competition Pemadam Kebakaran yang akan digelar pada 6 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi.
Hingga awal Agustus, seluruh persiapan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 95 persen, mulai dari aspek teknis, koordinasi dengan pengelola kawasan industri hingga penataan lokasi pelaksanaan.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha, Disdamkar dan Penyelematan Kabupaten Bekasi, Syam Indradi, mengatakan kesiapan penyelenggaraan terus dimaksimalkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.
“Persiapannya sudah hampir 95 persen. Mulai dari penentuan lokasi, penyusunan layout, posisi panggung, jalur defile hingga batas arena sudah kami sepakati bersama pihak pengelola kawasan. Alhamdulillah seluruh tahapan berjalan sesuai rencana,” ujarnya saat ditemui dikantornya Jalan Teuku Umar.1, RW No.2, Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, koordinasi intensif dengan pengelola kawasan industri menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan. Seluruh kebutuhan lapangan, termasuk sarana pendukung dan pengaturan alur kegiatan, telah dipersiapkan melalui perencanaan yang matang sehingga peserta dapat mengikuti kompetisi dengan aman dan nyaman.
“Untuk peserta, kami memiliki dua kategori perlombaan, yaitu K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta Hose Laying atau proses menggelar dan menyambungkan selang pemadam kebakaran untuk mengalirkan air dari sumber atau mobil pompa menuju titik api. Saat ini kategori K3 diikuti 39 tim, sedangkan Hose Laying diikuti 20 tim dengan masing-masing tim 5 oarang atau berjumlah sekitar 295 oarang. Di kategori K3 juga terdapat unsur masyarakat melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar),” kata Syam.
Menurutnya, Freefighter Skill Competition menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi personel pemadam kebakaran yang berada di lingkungan perusahaan, baik di kawasan industri maupun perusahaan yang berada di luar kawasan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antartim pemadam kebakaran perusahaan di Kabupaten Bekasi.
“Pada dasarnya kegiatan ini merupakan latihan gabungan, namun kami kemas lebih modern menjadi Skill Competition. Tujuannya mengasah keterampilan petugas pemadam kebakaran perusahaan agar semakin siap menghadapi kondisi darurat, memiliki respons yang cepat, tanggap, serta mampu saling membantu lintas kawasan ketika terjadi bencana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syam mengungkapkan pelaksanaan kegiatan yang semula dijadwalkan pada 5 Agustus akhirnya diputuskan berlangsung pada 6 Agustus 2026 setelah melalui hasil rapat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi. Perubahan jadwal tersebut sekaligus menyesuaikan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi sehingga diharapkan semakin memeriahkan peringatan tersebut.
“Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Seluruh petunjuk teknis, pola permainan hingga sistem penilaian sudah kami susun dengan jelas. Yang ingin kami bangun bukan mencari siapa yang paling hebat, tetapi membentuk pemadam kebakaran yang benar-benar terlatih. Karena pada prinsipnya, tidak ada pemadam yang hebat, yang ada adalah pemadam yang terlatih,” tegasnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta akan diuji melalui dua kategori utama yang telah mengacu pada standar perlombaan tingkat provinsi maupun nasional. Materi yang dilombakan meliputi keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pemadaman kebakaran, penggunaan selang pemadam (hose laying), hingga simulasi penyelamatan korban sesuai prosedur operasional standar (SOP).** ( gepas)

Kecamatan Cikarang Barat Selenggarakan (MTQ) Wujudkan Generasi Qurani

Bekasi,INDO RI com. Pemerintah Kecamatan Cikarang Barat sukses menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 di halaman Kantor Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Berprestasi Menuju Cikarang Barat yang Religius dan Harmoni” tersebut berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa dan lurah, tokoh agama, dewan hakim, pelaku UMKM, serta masyarakat.

Sebanyak 66 peserta dari 10 desa dan 1 kelurahan mengikuti perlombaan. Masing-masing desa dan kelurahan mengirimkan enam peserta yang bertanding pada cabang Tilawah Murattal Anak, Tilawah Remaja, Hifzil Qur’an 1 Juz, dan Tilawah.

Camat Cikarang Barat, Drs. H. Lukman Hakim, AP., M.M., mengatakan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan wadah pembinaan karakter generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang berakhlak mulia, cerdas, dan berprestasi.

“Melalui MTQ ini kami berharap lahir generasi Qurani yang mampu memahami, mengamalkan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Semoga semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh sehingga dapat mewujudkan Cikarang Barat yang religius, harmonis, dan penuh prestasi,” ujar Lukman Hakim.

Salah seorang peserta, Rizki, siswa kelas 1 SMP yang mewakili Desa Mekarwangi pada kategori Tilawah Murattal Anak, mengaku bangga dapat mengikuti MTQ tingkat kecamatan.

“Saya ingin ikut lomba supaya bisa menjadi juara. Kalau menang, hadiahnya mau saya berikan untuk mamah,” ucapnya.

Selain perlombaan MTQ, panitia juga menghadirkan bazar UMKM yang diikuti para pelaku usaha lokal. Kehadiran stan-stan UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk unggulan warga di Kecamatan Cikarang Barat.

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Sekretaris Camat, Abdul Hay, S.Ag., yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan hakim, para kepala seksi (kasi), peserta, pendukung acara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ Tahun 2026.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, Forkopimcam, pemerintah desa dan kelurahan, pelaku UMKM, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga MTQ tahun ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Abdul Hay.

Pada penutupan acara, panitia menyerahkan piala juara kepada para pemenang. Desa Telaga Murni berhasil keluar sebagai Juara Umum MTQ Tingkat Kecamatan Cikarang Barat Tahun 2026, setelah meraih nilai tertinggi dari seluruh cabang yang diperlombakan dan ditutup dengan foto bersama.( gepas)

Petugas Damkar Lakukan Pelatihan Pencegahan Penanggulangan Kebakaran

Bekasi, INDO RI com.= Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) bersama petugas pusat perbelanjaan serta pengelola gerai melakukan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran di kompleks Aeon Mal Deltamas Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat. 27/07/2026

Kepala Dinas Damkar Adeng Hudaya mengatakan kegiaatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pelaku usaha dalam menghadapi potensi kebakaran sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pusat perbelanjaan,

Pelatihan terbagi atas dua sesi yakni materi serta praktik, sebagai tindak lanjut permohonan dari manajemen pusat perbelanjaan agar para pengelola gerai memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran.

Ia menjelaskan para peserta saat sesi teori mendapatkan pemahaman mengenai penyebab terjadi kebakaran, klasifikasi api serta metode pemadaman yang tepat sesuai karakteristik sumber api.

Setelah itu, peserta mengikuti praktik penggunaan alat pemadam api ringan (apar) dan teknik pemadaman sederhana.

“Dalam praktiknya kami mengajarkan bagaimana melakukan pemadaman secara tradisional menggunakan karung basah maupun apar. Tujuannya agar ketika muncul api, mereka mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan sebelum api membesar,

Disdamkar dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi juga memberikan materi penyelamatan atau evakuasi bagi para pengunjung maupun pekerja yang terjebak dalam situasi kebakaran.

Peserta turut diperkenalkan teknik penyelamatan, termasuk simulasi evakuasi.

“Kami juga memberikan praktik penyelamatan apabila ada pengunjung atau pekerja yang terjebak kebakaran, termasuk pengenalan teknik rappelling sebagai bagian dari prosedur evakuasi,” katanya.

Adeng mengaku kegiatan pelatihan ini mendapatkan respons positif dari seluruh peserta. Antusiasme para pengelola gerai juga dinilai tinggi, baik saat mengikuti materi maupun praktik lapangan.

“Antusiasme peserta luar biasa. Mereka sangat patuh mengikuti edukasi dan praktik. Kami mengapresiasi kesiapan manajemen mal dalam memberikan perhatian terhadap keselamatan tenant maupun kelengkapan sarana proteksi kebakaran,” ucapnya.

Pihaknya berharap, langkah manajemen mal ini menjadi contoh bagi pusat perbelanjaan maupun perusahaan lain di wilayahnya terlebih kesiapan sarana proteksi kebakaran seperti apar, hidran, dan sistem pendukung lain perlu diimbangi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi berkala.

“Kami berharap perusahaan lain dapat meniru upaya ini. Peralatan proteksi kebakaran memang harus diperiksa secara rutin setiap tahun, tetapi yang tidak kalah penting adalah memberikan edukasi kepada para pekerja agar memahami cara mencegah dan menangani kebakaran sejak dini. Ketika terjadi api, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” tutupnya. ( gepas)

DPMD Menghimbau Seluruh ASN Jaga Netralitas Dalam Pelaksanaan Pilkades

Bekasi, INDO RI, Com. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menghimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 154 desa pada 20 September 2026 mendatang.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, saat memimpin Apel Pagi Senin (27/07/2026).

Iman Santoso mengatakan, pelaksanaan Pilkades serentak saat ini telah memasuki tahapan lanjutan. Oleh karena itu, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bekasi diharapkan dapat menjaga sikap profesional dan netral selama seluruh rangkaian tahapan Pilkades berlangsung.
Ia menegaskan, sikap netralitas penting untuk mencegah terjadinya pelanggaran baik yang berkaitan dengan ketentuan pidana maupun perdata, serta memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan secara aman, tertib, dan kondusif.

Kami sampaikan kepada teman-teman para ASN untuk tetap menjaga profesionalitas dan netralitas dalam pelaksanaan kegiatan dimaksud untuk menghindari hal-hal yang bersifat pelanggaran baik pidana ataupun perdata,” ujar Iman.
Selain itu, Iman juga meminta dukungan seluruh perangkat daerah yang telah tergabung dalam tim kepanitiaan Pilkades Kabupaten Bekasi agar berkolaborasi bersama-sama untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkades serentak ini.
“Kami juga memohon dukungan dari teman-teman perangkat daerah yang sudah masuk dalam tim Panitia Pilkades Kabupaten Bekasi, baik di tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan,” katanya.
Iman berharap pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan kondusif.
Sebelumnya, Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja mengingatkan seluruh bakal calon kepala desa beserta tim pendukung agar berkompetisi dan bersaing secara sehat serta menjunjung tinggi etika demokrasi. Ia juga menegaskan agar seluruh pihak menghindari praktik politik uang, penyebaran hoaks, ujaran yang memecah belah masyarakat, maupun tindakan lain yang berpotensi mengganggu kondusivitas daerah.
Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026 yang akan dilaksanakan secara serentak di 154 desa. Untuk mendukung pelaksanaan pemungutan suara yang efektif, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan konsep 1 Desa 1 TPS Digital sebagai bagian dari inovasi dalam penyelenggaraan Pilkades.

Melalui konsep 1 Desa 1 TPS Digital, setiap desa akan memiliki satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dilengkapi dengan sistem dan perangkat digital untuk mendukung proses pemungutan serta penghitungan suara. Penerapan sistem ini diharapkan dapat menyederhanakan proses pemungutan suara, mempercepat penghitungan dan rekapitulasi hasil, sekaligus meningkatkan transparansi serta akurasi dalam pelaksanaan Pilkades.
Penerapan 1 Desa 1 TPS Digital diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya sekaligus mendukung terciptanya pelaksanaan Pilkades serentak yang demokratis, transparan, tertib, aman, dan kondusif di Kabupaten Bekasi.( Gepas)

Pemkab Bekasi Alokasikan Bantuan Rp59,9 M Untuk Pilkades 2026

Bekasi, INDO RI. Com. Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus sebesar Rp59,9 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. ReferensiGeografis

Dana tersebut disalurkan langsung ke pemerintah desa guna menjamin kelancaran, keamanan, dan pelaksanaan demokrasi di 154 desa se-Kabupaten Bekasi.

Kepastian pengalokasian ini tertuang dalam Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/KEP.536-DPMD/2026 tentang Bantuan Keuangan Khusus kepada Pemerintah Desa untuk Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun Anggaran 2026, yang ditetapkan pada 17 Juli 2026.

Seluruh dana akan dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) masing-masing sebagai pendapatan kelompok transfer jenis Bantuan Keuangan Khusus.

Rincian penggunaan dana tersebut meliputi: biaya operasional dan honorarium Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panpilkades) sebesar Rp16,09 miliar, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Rp3,36 miliar, honorarium Satlinmas Rp308 juta, serta beban biaya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan operasional Tempat Pemungutan Suara (TPS) mencapai Rp40,17 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menekankan pentingnya pengelolaan dana yang efektif dan akuntabel agar Pilkades berjalan transparan serta berintegritas. ReferensiGeografis

“Pedoman ini disusun untuk memberikan kejelasan tata cara dan keseragaman dalam penggunaan bantuan keuangan, sehingga seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan efektif, efisien, dan sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Asep di Cikarang Pusat, Jumat (24/7).

Mekanisme pencairan dilakukan dalam dua tahap melalui transfer ke Kas Desa sebelum diteruskan ke rekening Ketua Panpilkades. Tahap I untuk pembiayaan operasional Panpilkades, PPDP, dan Satlinmas; sedangkan Tahap II dikhususkan untuk honorarium KPPS serta pengadaan sarana dan logistik TPS. ( red)

Plt. Bupati Bekasi Tegaskan Anggota BPD Tidak Terlibat Dalam Aktivitas Politik Praktis

Bekasi, INDI RI com. Pemerintah Kabupaten Bekasi mengingatkan seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar menjaga netralitas. BPD diminta tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis, termasuk menjadi tim sukses maupun menunjukkan dukungan kepada salah satu calon kepala desa.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan Pilkades. Apabila ditemukan anggota BPD yang melanggar prinsip netralitas, pemerintah akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, menjelaskan bahwa BPD memiliki tanggung jawab penting dalam pelaksanaan Pilkades, mulai dari pembentukan panitia hingga menjalankan fungsi pengawasan. Oleh karena itu, seluruh anggota BPD dituntut untuk bersikap profesional dan obyektif dalam setiap tahapan pemilihan.

“BPD memiliki fungsi pengawasan dan monitoring sehingga pelaksanaannya harus benar-benar objektif,” ujar Iman.

Iman menilai netralitas BPD merupakan faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses Pilkades. Mengingat tingginya dinamika politik di tingkat desa, setiap anggota BPD harus menghindari keberpihakan kepada calon tertentu.

“BPD tidak mendukung salah satu calon. Panitia dibentuk oleh BPD dan BPD juga yang melakukan pengawasan. Jangan sampai ada subjektivitas. Teman-teman paham bahwa kepentingan politik di tingkat lokal cukup besar. Karena itu BPD harus netral,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, DPMD Kabupaten Bekasi akan terus mengintensifkan pelatihan dan sosialisasi kepada seluruh anggota BPD. Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkades juga dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah kabupaten bersama pemerintah kecamatan.

“Pada saat kegiatan sosialisasi dan pelatihan itu selalu kita tekankan. Di tingkat kabupaten maupun kecamatan juga ada monitoring. Teman-teman kecamatan akan membantu pengawasan agar BPD tetap netral,” ucapnya.

Iman menambahkan, tugas utama BPD dalam Pilkades adalah membentuk panitia, sedangkan seluruh pelaksanaan teknis menjadi tanggung jawab panitia yang telah dibentuk. Oleh karena itu, setiap tahapan harus dijalankan secara profesional, objektif, dan bebas dari kepentingan politik.

“Jadi BPD membentuk panitia, panitia melaksanakan rincian, dan semuanya harus netral dengan pengawasan dari pemerintah kabupaten maupun kecamatan,” tutupnya.( gepas)

Plt Bupati dr.Asep Surya Atmaja Melantik Dan Ambil Sumpah 1.556 Anggota BPD

Bekasi, INDO RI com. Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, secara resmi melantik dan mengambil sumpah atau janji 1.564 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Bekasi masa keanggotaan 2026–2034 Rabu (22/7/2026).Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola Pemerintahan desa yang maju dan Bangkit.

Dalam sambutannya, dr. Asep Surya Atmaja mengucapkan selamat kepada seluruh anggota BPD yang telah resmi dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan masyarakat dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian demi mewujudkan desa yang semakin maju serta masyarakat yang lebih sejahtera.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya mengucapkan selamat kepada 1.564 anggota Badan Permusyawaratan Desa se-Kabupaten Bekasi yang hari ini resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya. Semoga amanah yang diberikan masyarakat dapat saudara emban dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian demi terwujudnya desa yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” ujar Asep.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab besar bagi anggota BPD untuk mengawal demokrasi di tingkat desa, menyerap serta menyalurkan aspirasi masyarakat, sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan desa secara objektif dan bertanggung jawab.

Menurutnya, masyarakat menaruh harapan besar kepada para anggota BPD. Oleh karena itu, seluruh anggota diminta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

Asep juga menekankan bahwa BPD merupakan mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk itu, ia berharap seluruh anggota BPD mampu menjalankan tugas secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta membangun komunikasi dan sinergi yang harmonis dengan kepala desa, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat.

“Perbedaan pandangan dalam proses demokrasi adalah hal yang wajar. Namun setelah seluruh tahapan selesai, saatnya kita bersatu, bergotong royong, dan bekerja bersama membangun desa. Jadikan musyawarah sebagai jalan menyelesaikan setiap persoalan serta utamakan kepentingan masyarakat dalam setiap keputusan yang diambil,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Bupati Bekasi turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, panitia pengisian BPD, pemerintah kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), jajaran TNI-Polri, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pengisian anggota BPD sehingga berjalan tertib, aman, lancar, dan kondusif.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen terus mendorong terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, termasuk BPD sebagai wadah aspirasi masyarakat yang mampu memperkuat semangat gotong royong serta menjadi bagian dari solusi dalam setiap proses pembangunan desa.

Asep mengajak seluruh anggota BPD yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, bekerja secara jujur, adil, dan penuh dedikasi, serta menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah desa.

“Saya yakin dengan komitmen, integritas, dan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan desa-desa yang semakin maju sebagai fondasi menuju Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera.tutupnya,( Gepas)

Gelar Kegiatan Pengembangan Minat – Bakat Dan Prestasi Pendidikan Normal/ Kesetaraan

Bekasi, INDO RI com. Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menggelar Kegiatan Pengembangan Minat, Bakat, dan Prestasi Pendidikan Nonformal/Kesetaraan (Gema Tunas) Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Karang Kitri, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, pada Sabtu-Minggu (18–19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan potensi, sekaligus penguatan jiwa kepemimpinan bagi peserta didik pendidikan nonformal melalui kegiatan kepramukaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menyampaikan bahwa Gema Tunas merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi warga belajar pendidikan nonformal untuk mengembangkan minat, bakat, dan prestasi melalui kegiatan yang edukatif dan berkarakter.

“Kegiatan Gema Tunas ini menjadi sarana bagi warga belajar untuk mengembangkan potensi diri, melatih kemandirian, serta menumbuhkan rasa kebersamaan. Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk generasi yang tangguh, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Imam.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Gema Tunas mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Kegiatan kepramukaan tersebut diperuntukkan bagi peserta didik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai bagian dari penguatan pendidikan nonformal.

“Gerakan Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun karakter. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, kerja sama, dan kepemimpinan menjadi bekal penting bagi warga belajar dalam menghadapi tantangan kehidupan,” katanya.

Imam menambahkan, melalui berbagai aktivitas yang dilaksanakan selama dua hari, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta mengembangkan sikap positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat sehingga ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan nonformal di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Gema Tunas 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terus memperkuat upaya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta mampu mengembangkan potensi seluruh warga belajar tanpa membedakan jalur pendidikannya,” terangnya.( gepas)

BPBD Bersama Plang Merah Indonesia Distribusikan Air Bersih

Bekasi, INDO RI com.= Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI), BBWS dan dunia usaha telah mendistribusikan lebih dari satu juta liter air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.
Data terbaru dari BPBD menyebutkan, hingga Minggu, 19 Juli 2026 pukul 23.00 WIB, bencana kekeringan terjadi di 49 lokasi di 10 desa yang tersebar di 5 kecamatan.
Wilayah tersebut yakni Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Selatan dan Kecamatan Pebayuran. Krisis air bersih tersebut berdampak terhadap 5.776 kepala keluarga (KK) atau sekitar 17.047 jiwa warga.
Adapun dari 1.001.000 liter air bersih yang telah didistribusikan berasal dari BPBD Kabupaten Bekasi sebanyak 651.000 liter, PMI 290.000 liter, Deltamas 33.000 liter, BBWS 24.000 liter dan PT. Hyundai sebanyak 3.000 liter.
Di Kecamatan Cibarusah terdapat 10 titik kekeringan, yakni 9 titik di Desa Ridogalih dan 3 titik di Desa Cibarusah Jaya. Kemudian di Kecamatan Serang Baru, krisis air bersih juga terjadi di Desa Nagasari (8 titik) dan Desa Sukasari (1 titik).
Kemudian di Kecamatan Bojongmangu, krisis air bersih terjadi di empat desa, yaitu Desa Sukamukti (1 titik), Desa Sukabungah (1 titik), Desa Medalkrisna (9 titik) dan Desa Karang Indah (11 titik).
Selain itu, kekeringan juga terjadi di Desa Karangsegar Kecamatan Pebayuran sebanyak 5 titik dan Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan 1 titik. ( Gepas)

Ajak Seluruh Ayah Hadir Dalam Perjalanan Pendidikan Anak

Bekasi, INDO RI com. Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja mengajak seluruh ayah di Kabupaten Bekasi untuk hadir secara langsung dalam perjalanan pendidikan anak, salah satunya dengan mengantar anak pada hari pertama sekolah dan di saat mengambil rapor di sekolah.

Ajakan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Bupati Bekasi Nomor 400.15.8/SE-85/DPPKB/2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang ditetapkan di Cikarang Pusat pada 1 Juli 2026.

“Pemkab Bekasi mendorong keterlibatan ayah dalam kehidupan anak, khususnya di bidang pendidikan. Kehadiran ayah di sekolah diharapkan menjadi simbol perhatian, dukungan, sekaligus penguatan hubungan antara orang tua, anak, dan pihak sekolah,” kata Asep Surya Atmaja.

Program GEMAR dan GAMAS merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 82/PK.09.02/KESRA serta Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Plt Bupati Bekasi menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak menjadi hal penting di tengah tantangan keluarga saat ini, termasuk isu fatherless atau minimnya kehadiran peran ayah dalam kehidupan anak.

“Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak dan remaja dapat membantu meningkatkan motivasi serta hasil belajar. Kehadiran ayah di sekolah juga menjadi jembatan dalam memperkuat komunikasi antara orang tua dengan anak maupun pihak sekolah,” demikian disampaikan dalam surat edaran tersebut.

Menurut Asep, sekolah bukan hanya tempat anak memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang strategis bagi orang tua untuk menunjukkan dukungan terhadap perkembangan anak. Dengan mengambil rapor dan mengantar anak di hari pertama sekolah, ayah dapat menunjukkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau seluruh ayah yang memiliki anak usia sekolah, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, untuk mengikuti gerakan tersebut sesuai jadwal sekolah masing-masing,” ujarnya.

Para ayah yang bekerja juga diimbau agar berkoordinasi dengan instansi atau perusahaan tempat bekerja untuk mendapatkan izin maupun dispensasi sehingga tetap dapat berpartisipasi dalam kegiatan GEMAR dan GAMAS.

Selain itu, Asep meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk menyampaikan sosialisasi program tersebut kepada sekolah-sekolah agar pelaksanaan GEMAR dan GAMAS dapat berjalan secara optimal di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

Melalui gerakan ini, Plt. Bupati Bekasi berharap semakin banyak ayah yang hadir dan terlibat dalam proses pendidikan anak, sehingga dapat mendukung terbentuknya generasi Kabupaten Bekasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.( Gepas)